Terlihat seorang ibu sedang menyambut seorang anak perempuan yang baru turun dari tangga lantai atas.
"Thank you, Ma," kata anak cewek yang ternyata sedang berulang-tahun hari ini. Ia menerima cium sayang di pipinya dari ibunya setelah memberi ucapan selamat ulang tahun. Mama lalu memberinya kado yang dilapisi kertas bercorak polkadot berwarna putih dengan background warna biru langit, warna kesukaannya. Kado yang diberikan mama berbentuk kotak kecil dan tidak berat.
"Ini isinya apa, Ma?" tanya Rachelle sambil menggoyangkan kotak yang diberikan mama didekat telinga, seakan dengan mendengar bunyi dari dalam kotak itu dapat memberi clue tentang teka-teki apa yang ada di dalam kado itu.
"Coba aja kamu buka," jawab mama dengan senyum lebar di bibirnya. Karena Rachelle tidak berhasil mendapatkan clue dari suara yang dihasilkannya, dan tentunya tidak berhasil menebak, ia langsung membuka kertas yang melapisi kotak kecil itu. Kotak ini dilapisi kain beludru yang berwarna merah. Kotak ini terlihat seperti kotak perhiasan. Rachelle lalu membuka kotak tersebut dengan gerakan lambat, seperti gerakan slowmotion di film-film action yang mendebarkan. Setelah melihat isinya, Rachelle terkejut lalu tersenyum. Rachelle memeluk kotak tersebut, lalu ia teringat pada pemberi hadiah tersebut. Ia memeluk mamanya erat sambil berkata, "Makasih ya ma, aku suka banget kalungnya."
"Kamu suka, sayang? Mama seneng kalo kamu suka," jawab mama setelah melepas peluknya dari Rachelle.
"Suka banget, ma." Rachelle kembali tersenyum dan memandang lekat mamanya. "Ma, tolong pasangin dong kalungnya,"
Rachelle menyodorkan kotak berisi kalung tersebut ke mamanya. Mamanya lalu memasang kalung tersebut di leher anak tunggalnya.
"Cantik. Kamu cantik, Rachelle," terdengar suara berat berwibawa, suara papa.
"Papa, udah bangun?" tanya Rachelle pada papanya sambil tersenyum. Rachelle melihat kembali kalung yang berada di lehernya lalu menyentuhnya.
"Udah dong, masa papa telat bangun buat ngerayain hari ulang tahun anak papa yang cantik ini," jawab papa sambil berjalan mendekati sofa tempat istri dan anaknya berada. "happy birthday, Chelle,"
"Makasih, pa," jawab Rachelle setelah mendapat kecupan di keningnya, lalu tersenyum.
"Ini, papa punya hadiah buat kamu." Papa langsung memberikannya sebuah tas yang cukup besar dengan bentuk yang aneh, yang daritadi disembunyikan dibalik tubuhnya. Bentuk tasnya aneh. Ini bukan ransel, pikir Rachelle. Rachelle mengambilnya dari tangan papa, lalu terdiam. Ia sadar betul ini bukan ransel. Ini biola.
"Papa, ini biola? Buat aku?" tanya Rachelle dengan girang.
"Iya, biola itu punya kamu. Papa tau kamu suka musik. Jangan kira papa ngga tau kamu suka pinjem biola temen kamu terus mainin lagunya di teras atas."
"Ih, kok papa bisa tau?"
"Papa gitu loh. Papa kan ngerti banget kesukaan anak kesayangannya. Keren, kan?" sahut papa dengan senyum bangga menghiasi wajahnya yang terlihat segar.
"Iya lah, orang mama yang kasih tau papa," timpal mama yang sekarang langsung dielak papa.
"Ngga kok, Chelle. Papa emang sebelumnya udah tau, ya mama cuma nyampein aja, tapi awalnya papa udah tau kok," jawab papa berusaha meyakinkan Rachelle yang seadritadi hanya tertawa kecil.
"Bohong, Chelle. Papa taunya dari mama itu," sambung mama lagi, Rachelle tertawa mendengarnya.
"Jangan percaya mama, Chelle. Papa beneran tau kok," jawab papa sekali lagi, berusaha membuat Rachelle percaya padanya. Rachelle tertawa lagi, diikuti tawa mama. "Udah ah, ayo sana siap-siap. Kita jalan-jalan yuk hari ini,"
"Mau kemana kita, Pa?" tanya Rachelle.
"Terserah kamu, Chelle. Hari ini kamu bebas nentuin mau kemana kita jalan-jalan," jawab mama yang kini mendekati Rachelle dan papa yang sudah duduk berhadapan di sofa ruang tamu. Sedari tadi mama sibuk menyiapkan sarapan.
"Asyik! kalau gitu aku mau siap-siap dulu ya, Ma, Pa," jawab Rachelle bersemangat. Sangat bersemangat.
"Chelle, sarapan dulu. Baru kalau udah selesai sarapan kamu siap-siap," kata mama mengingatkan.
"Oh iya, oke deh, ayo kita sarapan!" jawab Rachelle riang setelah menaruh biolanya di sofa ruang keluarga.
- to be continue -
"Ini isinya apa, Ma?" tanya Rachelle sambil menggoyangkan kotak yang diberikan mama didekat telinga, seakan dengan mendengar bunyi dari dalam kotak itu dapat memberi clue tentang teka-teki apa yang ada di dalam kado itu.
"Coba aja kamu buka," jawab mama dengan senyum lebar di bibirnya. Karena Rachelle tidak berhasil mendapatkan clue dari suara yang dihasilkannya, dan tentunya tidak berhasil menebak, ia langsung membuka kertas yang melapisi kotak kecil itu. Kotak ini dilapisi kain beludru yang berwarna merah. Kotak ini terlihat seperti kotak perhiasan. Rachelle lalu membuka kotak tersebut dengan gerakan lambat, seperti gerakan slowmotion di film-film action yang mendebarkan. Setelah melihat isinya, Rachelle terkejut lalu tersenyum. Rachelle memeluk kotak tersebut, lalu ia teringat pada pemberi hadiah tersebut. Ia memeluk mamanya erat sambil berkata, "Makasih ya ma, aku suka banget kalungnya."
"Kamu suka, sayang? Mama seneng kalo kamu suka," jawab mama setelah melepas peluknya dari Rachelle.
"Suka banget, ma." Rachelle kembali tersenyum dan memandang lekat mamanya. "Ma, tolong pasangin dong kalungnya,"
Rachelle menyodorkan kotak berisi kalung tersebut ke mamanya. Mamanya lalu memasang kalung tersebut di leher anak tunggalnya.
"Cantik. Kamu cantik, Rachelle," terdengar suara berat berwibawa, suara papa.
"Papa, udah bangun?" tanya Rachelle pada papanya sambil tersenyum. Rachelle melihat kembali kalung yang berada di lehernya lalu menyentuhnya.
"Udah dong, masa papa telat bangun buat ngerayain hari ulang tahun anak papa yang cantik ini," jawab papa sambil berjalan mendekati sofa tempat istri dan anaknya berada. "happy birthday, Chelle,"
"Makasih, pa," jawab Rachelle setelah mendapat kecupan di keningnya, lalu tersenyum.
"Ini, papa punya hadiah buat kamu." Papa langsung memberikannya sebuah tas yang cukup besar dengan bentuk yang aneh, yang daritadi disembunyikan dibalik tubuhnya. Bentuk tasnya aneh. Ini bukan ransel, pikir Rachelle. Rachelle mengambilnya dari tangan papa, lalu terdiam. Ia sadar betul ini bukan ransel. Ini biola.
"Papa, ini biola? Buat aku?" tanya Rachelle dengan girang.
"Iya, biola itu punya kamu. Papa tau kamu suka musik. Jangan kira papa ngga tau kamu suka pinjem biola temen kamu terus mainin lagunya di teras atas."
"Ih, kok papa bisa tau?"
"Papa gitu loh. Papa kan ngerti banget kesukaan anak kesayangannya. Keren, kan?" sahut papa dengan senyum bangga menghiasi wajahnya yang terlihat segar.
"Iya lah, orang mama yang kasih tau papa," timpal mama yang sekarang langsung dielak papa.
"Ngga kok, Chelle. Papa emang sebelumnya udah tau, ya mama cuma nyampein aja, tapi awalnya papa udah tau kok," jawab papa berusaha meyakinkan Rachelle yang seadritadi hanya tertawa kecil.
"Bohong, Chelle. Papa taunya dari mama itu," sambung mama lagi, Rachelle tertawa mendengarnya.
"Jangan percaya mama, Chelle. Papa beneran tau kok," jawab papa sekali lagi, berusaha membuat Rachelle percaya padanya. Rachelle tertawa lagi, diikuti tawa mama. "Udah ah, ayo sana siap-siap. Kita jalan-jalan yuk hari ini,"
"Mau kemana kita, Pa?" tanya Rachelle.
"Terserah kamu, Chelle. Hari ini kamu bebas nentuin mau kemana kita jalan-jalan," jawab mama yang kini mendekati Rachelle dan papa yang sudah duduk berhadapan di sofa ruang tamu. Sedari tadi mama sibuk menyiapkan sarapan.
"Asyik! kalau gitu aku mau siap-siap dulu ya, Ma, Pa," jawab Rachelle bersemangat. Sangat bersemangat.
"Chelle, sarapan dulu. Baru kalau udah selesai sarapan kamu siap-siap," kata mama mengingatkan.
"Oh iya, oke deh, ayo kita sarapan!" jawab Rachelle riang setelah menaruh biolanya di sofa ruang keluarga.
~~~~~~~~~
Rachelle senang sekali, ulang tahunnya kali ini sangat menyenangkan. Selain diberi kalung, bertuliskan "Rachelle" diatas liontin berbentuk hati yang menggembung, dan diberi biola yang dangat diinginkannya, ia juga merasa semakin dekat dengan keluarga kecilnya. Ia tinggal bersama kedua orangtuanya di rumah yang terbilang mewah dan di kawasan elit pula. Hanya sajaa ia tidak mempunyai saudara. Rachelle anak tunggal. Anak tunggal yang sangat dibanggakan kedua orang tuanya, bahkan orang lain.
Rachelle memiliki paras cantik dengan tinggi badan rata-rata anak kelas 5 SD. Rambut hitamnya panjang (sedikit bergelombang dibagian bawahnya) dan cukup tebal. Kulitnya terbilang putih mulus dan badannya cukup mungil. Matanya cukup besar dengan iris berwarna abu-abu kehitaman. Kakek Rachelle dari ibu memang berdarah inggris, sehingga ada sedikit paras bule pada wajah mungil Rachelle.
No comments:
Post a Comment